Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Tuesday, July 18, 2017

Alun-Alun Kota Malang

Cc: www.reresepan.com

Salah satu keunikan Kota Malang adalah memiliki dua buah alun-alun.
Dua buah alun-alun ini hanya terpisah sekitar 1 km dan dibatasi oleh Sungai Brantas yang mengalir diantara keduanya. Meski hanya terpisah “sepelemparan batu,” namun tahukah anda bahwa kedua ini memiliki posisi yang berbeda dalam sejarah perjalanannya? Kedua tempat yang instagramable ini, ternyata menjadi tempat eksistensi sesuatu yang disebut ruang terbuka untuk rakyat. Sedangkan yang lainnya merupakan ruang eksklusif bagi penguasa. Mengapa bisa demikian?
Sejarah panjang kedua alun-alun itu dimulai saat masa penjajahan Belanda. Alun-alun Kotak yang  sering disebut Alun-Alun Malang lebih dahulu dibangun pada tahun 1882. Pembangunan alun-alun ini, awalnya tak lepas dari simbol kekuasaan dari kota-kota di Pulau Jawa. Meski begitu, ternyata alun-alun Malang memiliki anomali dibandingkan dengan alun-alun lainnya. Anomali tersebut adalah letak bangunan-bangunan yang mengelilingi alun-alun tersebut. Biasanya, sebuah alun-alun akan dikelilingi oleh pendopo kabupaten yang langsung menghadap ke alun-alun. Namun, alun-alun Malang ini menyalahi aturan tersebut. Kenapa?
Letak pendopo kabupaten berada di sebelah timur alun-alun dan tidak menghadap tepat ke arahnya. Pendopo tersebut menghadap ke selatan, yakni ke pusat perbelanjaan Gajah Mada Plaza dan Malang Plaza. Anomali inilah yang diyakini sebagai bukti bahwa alun-alun Malang tidak merepresentasikan kekuasaan “bangsawan jawa”, melainkan merupakan representasi dari Pemerintah Kolonial Belanda. Pemerintah Kolonial membangun berbagai bangunan khas Belanda, seperti rumah residen, Javasche Bank, gereja, dan Sociteit Concordia (tempat para pembesar Belanda berpesta di sekitarnya). 
Jadi, maksud awal dari pembangunan Alun-alun Malang adalah untuk membentuk sebuah pandangan bahwa pusat kota sudah dikuasai Pemerintah Kolonial. Dengan adanya representasi dari bangunan kolonial tersebut, maka kontrol ekonomi kolonial atas pribumi akan didapat.
Namun, ternyata maksud dari Pemerintah Kolonial ini tak bisa tercapai. Alun-alun Kota Malang yang seharusnya menjadi sebuah cermin kontrol penguasa ternyata dengan mudah dikuasai rakyat. Anggapan ini didasarkan pada sebuah foto lama yang dikoleksi oleh A. Bierens de Haan. Foto hitam putih yang diambil sekira tahun 1900an itu menggambarkan betapa mudahnya Alun-Alun Kota Malang ditaklukan oleh rakyat jelata. 
Banyak pedagang makanan dan minuman berjualan di bawah pohon beringin rindang yang berada di sisi barat dan selatan alun-alun. Para pembeli pun juga terlihat banyak. Duduk dengan asyik menikmati hangatnya sore di Malang yang saat itu sebenarnya masih terkungkung oleh kekuasaan kolonial. Mereka tak peduli dengan para penjajah yang masih bercokol di Bumi Arema. Meski tidak secara fisik, namun mereka melakan perlawanan “kultural”. Menguasai alun-alun yang seharusnya  bisa dilakukan dengan mudah oleh Belanda. Lalu, mengapa bisa terjadi perlawanan kultural semacam itu?
Jawabannya kembali pada anomali tadi. Konsep filosofi dari pembangunan Alun-Alun Malang tidak terlaksana. Tatanan simbolik untuk menguatkan citra kekuasaan tidak bisa dicapai. Meski banyak bangunan kolonial di sekelilingnya, tak satupun bukti menunjukkan eksistensi kolonial Belanda di Alun-alun Malang. Yang ada malah sebaliknya, rakyat jelata begitu mudah menguasai alun-alun.
Bagi Dolaners yang ingin berkunjung ke Taman Alun-Alun Kota Malang, Dolaners tidak perlu khawatir dan repot membawa bekal dari rumah karena di kawasan Alun-Alun Kota Malang ini banyak berjajar pedagang yang menjajakan macam macam dagangannya. Beragam pilihan kuliner dari mulai yang hanya sekedar jajanan cemilan ringan, makanan berat hingga beragam pilihan minumanpun tersedia disini. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Selain makanan maupun minuman, di sini banyak pula pedagang yang menjajakan mainan, pakaian anak, maupun souvenir yang bisa dibawa pulang sebagai buah tangan. Jika dirasa kuliner yang ada di Alun-Alun Kota Malang ini belum memuaskan hasrat kuliner Dolaners, jangan khawatir karena di sekitar kawasan ini terdapat banyak rumah makan yang menggiurkan untuk dikunjungi, seperti Restaurant Agung, Toko Oen, Depot Rawon Nguling, Rumah Makan Inggil, Rumah Makan Ikan Bakar 52, dan masih banyak lagi.


Susu KUD, Alun-Alun Kota Batu

Cc: www.pesonanegeri.com)

Kalau anda sedang berwisata di Batu, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi minuman yang satu ini, yaitu susu sapi segar produksi KUD Batu yang bermerk Nandhi Murni.
Ada bermacam-macam susu dalam botol ukuran kecil dan besar, yang tersedia dengan berbagai macam rasa seperti coklat, strawberry, melon, dll. Tersedia juga yang dalam kondisi panas seperti susu coklat, stmj, dll.
Ada beberapa tempat yang berjualan susu produksi KUD Batu, seperti di Jalan Kartini yang dekat dengan alun-alun Batu tepatnya di depan warung ketan yang cukup legenda yaitu Pos Ketan legenda 67, namun tempatnya di sini tidak terlalu besar. Kalau ingin lebih nyaman bisa mengunjungi Depot Susu KUD Batu yang berada di jalan Diponegoro yang terletak persis di sebelah KUD Batu.Untuk menuju warung ganesha anda bisa menuju alun-alun, tepatnya di ujung jalan Kartini atau bisa juga menuju jalan diponegoro, persis disebelah KUD Batu. 

Ketan Legenda, Alun-Alun Kota Batu

Cc: www.adeutomo.com

Coba saya tebak, kalian yang baca artikel saya ini pasti pengen banget kan merasakan kelezatan Ketan. Terutama yang ada    di Pos Ketan Legenda 1967 Batu.

Yaps, Pos Ketan Legenda ini merupakan kuliner yang wajib sobat cicipi jika singgah di kota Batu ini.

Sebagai Traveller tak lengkap rasanya saat melancong tanpa mencicipi Kulinernya.

Berasa ada yang kurang gitu.

Singkat cerita sehabis capek main di Bukit Bulu Coban Rais yang punya Spot Foto Instagramable itu. Saya dan teman-teman saya turun dan lanjut mencicipi Ketan Legenda Batu. Ini merupakan cerita lanjutan saya liburan akhir tahun di malang.
Dan makan Ketan Legenda yang dekat dengan Alun-alun Batu itu sudah saya agendakan sebelumnya.

Sebenarnya Kuliner Khas Kota Batu ini sangat banyak sekali sobat. Ada sate kelinci, kripik apel, dan beberapa warung lesehan yang menyediakan Ayam goreng dan ikan bakar.

Tapi bagi anda yang lagi gak pengen makan yang berat-berat, atau kalian yang lagi diet.
Atau juga kalian yang ingin makan yang hangat dan manis-manis di Kota Batu.

Jawabannya adalah Ketan Legenda Batu.

Ya, makanan yang berada di sebelah Alun-alun Batu ini unik sekali.

Ketan yang biasanya disajikan dengan kelapa parut atau bubuk. Disini berbeda Guys.

Ketan Legenda Batu ini lahir pada tahun 1967. Buset lama banget kan. Dulu menunya hanya ketan dengan kelapa parut/bubuk.

Seiring berjalannya waktu inovasi demi inovasi sampai saat ini lebih dari 10 varian menu.

Kuliner Batu yang satu ini memang gokil banget. Sebuah ketan hangat di taburi beraneka varian rasa.

Ada yang pake durian, ada Ketan yang pake meses, keju, nangka, pisang, susu, vla, gula merah, susu kedelai dan juga ada menu yang sudah disajikan mix.

Jika sobat tidak begitu suka yang manis-manis atau eneg gitu. Ada juga menu yang gak manis.

Seperti saya, saya kemarin pesan Ketan Ayam Pedas. Ketan ayam pedas, yaitu ketan hangat yang di taburi bubuk daging ayam suwir.
Hmm.. bikin nafsu makan meningkat.

Warung Sidik, Batu

Cc: www.batukota.wordpress.com

Warung ini sudah sangat lama menjadi bagian dari Kota Batu. Pemiliknya dengan berani mengukuhkan bahwa warung ini sudah berdiri sejak tahun 1948. Sebuah tahun yang fantastis! Bisa dikatakan warung ini telah hadir di Kota Batu hanya tiga tahun setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Tentu para pendirinya dahulu ikut berjuang dan menderita demi terciptanya kemerdekaan bangsa ini.
Menu yang disediakan di warung ini cukup lengkap, ada Nasi Rawon, Soto, Krengsengan, Gudeg, Nasi Campur, Lodeh, Ayam Bumbu, serta berbagai minuman seperti: Jahe, Sekoteng, STMJ, Kopi, Teh Susu, dan minuman-minuman lainnya. Dari pengamatan saya warung ini tidak pernah sepi, selalu saja ada pengunjung terutama di jam-jam sarapan dan makan siang.
Lokasinya yang berada di Jl.Agus Salim No.47 memang agak jauh dari pusat Kota Batu, namun jalur ini merupakan jalur yang sangat padat karena merupakan jalur utama menuju ke Pasar Besar Kota Batu, serta jalur utama bagi bus umum jurusan Kota Jombang dan Kediri.
Mungkin bagi masyarakat Kota Batu yang sudah berumur, warung ini memiliki cerita romantika yang menarik, mengingat keberadaannya yang sudah cukup lama di Kota Batu. Mungkin saja ada cerita-cerita bersejarah yang menarik untuk diketahui, meski bisa jadi cerita-cerita tersebut sudah terkubur bersama dengan kepergian penduduk asli Kota Batu yang sudah berusia lanjut.

Warung Khas Jawa, Batu

Cc: tripadvisor
Meski berada di Jawa Timur, Anda tetap bisa menikmati gudeg, makanan yang terkenal di Jogja. Ya, Anda bisa menikmati gudeg di Warung Khas Jawa, yang berada di Jalan Diponegoro, Kota Batu. Namun ada yang berbeda dari gudeg di warung ini, gudeg di sini tak seperti yang ada di Jogja dengan rasa manisnya, namun gudeg ini telah diolah sehingga rasanya menjadi gurih dan manis, karena gudeg ini telah disesuaikan dengan lidah pemilik asalnya, yaitu di Solo.
Berawal dari tempat Warung Khas Jawa yang dahulu adalah sebuah bengkel, sambil menunggu kendaraannya diperbaiki, biasanya mereka menikmati makan siang secara cuma-cuma. Kebanyakan dari mereka adalah sopir oplet karena dahulu kawasan itu cukup sepi dan hanya sering dilewati oplet. Karena gudegnya enak, sopir-sopir tersebut menyarankan untuk membuat warung.
Akhirnya pada tahun 1985, Sukarli Arief, 72, pemilik bengkel mengubah total bengkelnya dahulu menjadi Warung Khas Jawa. Ia mendapatkan resep gudeg yang lezat ini sebenarnya dari almarhumah Mulyati, mertuanya yang memang asli Solo. Anak dari mertuanya yang merupakan istri dari Sukarli Arief, Yuningsih, 67, bisa membuat gudeg yang rasanya mirip dengan gudeg buatan Ibunya.
Tak hanya rasanya yang gurih, namun gudeg di Warung Khas Jawa yang terdiri dari ayam kampung, telur, krecek, dan tewel ini juga memiliki rasa yang sedikit pedas jika dibandingkan dengan gudeg Jogja. Sehingga sangat pas dengan lidah orang Jawa Timur yang lebih suka pedas, bila Anda selama ini hanya mencoba gudeg khas Jogja yang manis, Anda perlu mencoba gudeg di sini yang memiliki cita rasa gurih dan sedikit pedas ditemani dengan suasana etnis di warung ini. Ya, tak hanya menunya yang khas Jawa, namun di dalamnya Anda akan mendapati beberapa wayang kulit yang menghiasi warung. Tak hanya makan enak, tapi Anda juga akanmelihat suasana Jawa.
Dari sana lah Warung Khas Jawa-nya ada dan menjadi warung favorit banyak orang, tak hanya warga dari Batu atau Malang, namun dari daerah lainnya. Tak hanya bisa menikmati gudegnya yang terkenal, Anda bisa menikmati menu lainnya yang tak kalah lezatnya seperti rawon, nasi campur, krengsengan, pecel, sup buntut, sayur lodeh atau menu khas Jawa lainnya.
Anda bisa menikmati gudeg dan menu lainnya setiap hari tanpa hari libur pada pukul 07.00 hingga 20.30 WIB dan hanya di warung ini, karena Warung Khas Jawa tak menyediakan cabang satu pun, hanya ada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur

Warung Flamboyan

Cc: www.marimangan.com

Berlibur sama keluarga ke Batu?Hmm .. jangan lupa mampir ke depot ini. Sudah cukup terkenal enak dan sampai sekarang rasa masih stabil enaknya. Berikut pesanan makanan kita :

Gurami Pesmol Woku Rp.63000/ekor . Hitungannya per-ons Rp.9000 . Makanan Khas Menado . Rasanya segar . asam manis dan enak pastinya apalagi ditambah daun kemangi diatasnya. Makanan sehat! Rating 9/10

Rujak cingur 22500/piring. Biyung-biyung lengkap banget isinya dan enak pastinya. ada nanas , cingur , bengkoang , timun , mangga muda , mie kuning , lontong , tahu , tempe , taoge kangkung , kedondong . oh lala beibe … rating 8/10
Nasi Pecel Empal Rp.22.500/piring. porsi standard. empalnya enak , empuk dan bumbunya pas. begitu juga pecelnya. rating 8/10
Nasi Empal Rp.25.000/pc. kalau mau pesan nasi empalnya saja juga bisa . Nasi Empal Rp.25.000/pc. kalau mau pesan nasi empalnya saja juga bisa .
Es Dawet alias Es Cendol kalo orang jakarte bilang , gula merahnya pas , dawetnya juga oke, Harga Rp.10.000. rating 8/10.

Cc: www.marimangan.com


Warung Ikan Betania

Cc: melissaoctoviani

Kita makan sore disini. Gua suka interior ruangannya, terkesan natural, dan banyak dominasi warna coklat. Makin masuk ke dalem, tempatnya makin remang-remang. Itu yang nempel di dinding foto-foto artis yang pernah makan disana. Fotonya Nike Ardila juga ada, berarti ini warung uda lama banget.
Sayur asemnya enak, isinya banyak, kuahnya juga seger-seger gitu.
Makanan model begini kayak ga afdol kalo ga ada sambel. Sambel pencit ini mirip sambel mangga. Enak dan porsinya banyak untuk ukuran sambel. Yang lucu, disajiinnya di atas cobek. Jadi kayak abis diulek langsung disajiin.


Restoran ini cukup mengejutkan: luarnya kecil, namanya warung, tetapi dalamnya wuih! Interiornya dari kayu-kayu elegan, bak cafe remang-remang tempat nembak dan ditolak! Di dinding bertebaran foto-foto orang ternama yang makan disana. Interior yang sangat syahdu membuat kami mendadak berbisik-bisik! Dan foto Pak Bondan tentu saja dipajang paling depan.

Cc: melissaoctoviani

Warung Mbok Sri (Dulunya Warung Wareg)

Cc: www.http://www.renidwiastuti.com

Kota wisata Batu, kota yang tak akan pernah sepi dari wisatawan, terutama wisatawan domestik. Tak heran jika para investor berlomba-lomba menanamkan modalnya untuk pengembangan kawasan wisata, sehingga dari tahun ke tahun perkembangan wisata di Kota Batu maju begitu pesat.

Seiring dengan meningkatnya objek wisata disana, diiringi pula menjamurnya tempat-tempat kuliner yang menyuguhkan aneka makanan yang menggugah selera. Salah satu jujugan kuliner di layak untuk dicoba adalah Warung Mbok Sri (dulu Warung Wareg) di Jalan Ir. SoekarnoNo. 7 Kota Batu.

Warung Makan Mbok Sri ini terdiri dari 2 lantai. Kapasitasnya lebih dari 400 orang.Pengunjung boleh memilih di lantai 1 atau di lantai 2. Bila ingin suasana makan dengan lesehan bisa memilih di lantai 1. Oh ya, ada yang unik dengan lesehan disini. Lesehannya beralaskan kaca dengan pemandangan kolam di bawahnya. Bisa dicoba sensasinya yaa...semriwing nggak sih, hahaha...Tapi di lantai 1 ini tetap disediakan juga banyak meja dan kursi bila tidak suka lesehan. Bebas memilih lah...
Di lantai 2, kita bisa menikmati makanan yang telah dihidangkan sembari menikmati suasana alam yang masih alami banget.Nampak adanya kebun yang diatanami pisang di sebelahnya warung, ada lapangan bola kampung, dan nun jauh disana nampak berjejer gunung-gunung yang berdiri kokoh memendarkan warna biru kehijauan.

Di lantai 2 ini disiapkan banyak sekali meja dan kursi. Selain untuk makan bersama keluarga, teman atau siapapun aja, Warung Makan Mbok Sri ini juga bisa untuk acara rapat, seminar maupun ulang tahun.

Setelah mengamati keadaan sekeliling dan menikmati pemandangan alam yang membuat mata jadi lebih seger, kami pun memesan makanan. Menu utama di Warung Mobok Sri ini adalah olahan gurami dalam berbagai jenis masakan. Ada sup asem-asem gurami, gurami cobek, gurami crispy, gurami Mbok Sri, gurami bangkok. Gurami kumer, gurami asam manis, gurami kecap pedas, gurami mentega telor asin dan gurami mentega pedes. Untuk olahan gurami bakar ada 2 pilihan yaitu gurami bakar manis dan gurami bakar manis pedas. Nah, banyak banget kan pilihannya...
Nggak perlu khawatir kantong jebol karena harganya masih terjangkau. Untuk satu porsi masakan gurami di atas berkisar antara 50 ribu – 55 ribu rupiah saja.
Bagi penggemar sayur, bisa memesan sayur asem, cah kangkung, cah taoge, cah sawi, cah selada, cah baby buncis ataupun urap-urap dengan rate 10 ribu rupiah per porsi.

Awalnya kami ingin mencoba gurami Mbok Sri, tapi karena duo krucil kami nggak doyan pedes, kami pun memilih gurami krispy, rasanya gurih dan renyah, sambelnya mantap banget. Ada sambel korek dan juga sambel tomatnya. Eh, Athiyah minta nambah lagi akhirnya kami pun pesan seporsi lagi. Tahu gitu dari awal pesan 2 porsi gurami dengan masakan yang berbeda...

Selain itu kami juga pesan cah sawi, tempe tahu penyet 2 porsi. Bagi penikmat sambal, bisa memilih diantara berbagai jenis sambal. Ada sambel uleg, sambel terong, sambel apel, sambel cobek, sambel pete dan sambel pencit dengan harga mulai 5 ribu – 10 ribu rupiah seporsi.
Selain menu unggulan olahan gurami, Warung Makan Mbok Sri juga menyediakan berbagai olahan udang dan aneka masakan ayam. Untuk menu olahan udang ada udang goreng tepung, udang asam manis, udang bakar manis, udang bakar manis pedas, udang kumer, udang mentega telor asin dan udang mentega pedas. Semuanya 40 ribu rupiah per porsi.
Untuk masakan ayam bisa memilih ayam goreng/penyet, ayam Mbok Sri dan ayam kecap pedas dengan harga 15 ribu – 16 ribu rupiah saja.
Masih ada pilihan lagi lhoo...ada nasi goreng, bakmi goreng, bakso goreng/penyet, dan lele goreng/penyet juga ada disini.
Minumannya pun bermacam-macam, ada teh (dengan berbagai variasinya), aneka macam kopi, jus buah, es jeruk, susu, beras kencur dan wedang jahe. Kami memesan es teh, es jeruk, wedang jahe, es Mbok Sri (kombinasi antara mentimun dan mangga muda serta milo.


Warung Makan Mbok Sri buka setiap hari pukul 09.00 – 22.00 wib. 

Eh, ternyata di akun  instagramnya @warungmboksri aku kepoin ada beberapa artis yang sudah pernah mampir disini, antara lain: Sahrul Gunawan, Cita Citata, Fitri Tropika, Chef Marinka, Gading Marten, Arini Astari serta pemerhati anak kak Seto.

Selamat menikmati cita rasa masakan di Warung Mbok Sri




Cc: www.http://www.renidwiastuti.com

Kusuma Agrowisata


Cc: www.wisatapedia.com 

Kusuma Argowisata merupakan objek wisata petik buah apel, jeruk, jambu merah, buah naga, stroberi dan sayur hidroponik bebas pestisida langsung dari pohonnya. Berdiri di atas lahan seluas 70 hektar dengan ketinggian ±1000 MDPL dan berudara sejuk membuat Kusuma Argowisata menjadi salah satu destinasi wisata favorit di kota Batu Malang. Selain memetik buah langsung dari pohonnya, Anda juga dapat membawanya pulang sebagai oleh-oleh untuk teman maupun keluarga di rumah.
Kusuma Agrowisata memiliki 5 paket wisata apel. Paket-paket tersebut memiliki fasilitas dan harga yang berbeda-beda dari Rp.34.000,- hingga Rp.54.000,-. Misal untuk tiket seharga Rp.34.000,- kita hanya bisa memetik 2 buah apel dan 4 buah strawberry/tiketnya. Paket wisata tersebut sudah termasuk tiket masuk kebun, memetik apel, dan aneka makanan serta minuman (welcome drink) berupa sari apel. Anda juga bisa berkeliling perkebunan menggunakan mobil wisata dengan tiket tambahan Rp.10.000,-/orang.

Pengelola Kusuma Argowisata juga menyediakan hotel untuk para pengunjung yang ingin bermalam di area tersebut dengan tarif hotel antara Rp.900ribuan hingga Rp.1,4 juta tergantung dari type kamar yang dipesan. Jika harga tersebut terlalu tinggi, Anda bisa mencari penginapan dengan harga yang lebih terjangkau di sekitar area wisata. Anda bisa booking hotel secara online di Agoda (kartu kredit) atau PegiPegi (bisa dengan transfer) dengan memasukkan kata kunci: “batu malang”.


Di area wisata, Anda bisa menikmati makanan olahan dengan bahan dasar buah apel dan strawbery di gerai Apple House dan Strawberry House. Beberapa menu yang bisa Anda nikmati di antaranya adalah Nasi Goreng Apel, Mie Sarang Apel, Apple Beef Steak, Apple Chicken Steak, Apple Sunrise, dan Apple Squash. Sedangkan beberapa menu berbahan strowbery diantaranya Nasi Ayam Penyet Strawberry, Chicken Fruit Starwberry, Pancake Strawberry Cheese, Udang Saus Strawberry, Strawberry Lavender Lime, dan Juice Strawberry Mango.

Cc: www.malang-guidance.com

Kebun Stroberi


Cc: http://www.malangtimes.com

Hamparan kebun Strawberry menjadi pemandangan mendominasi di Dusun Pandan, Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Hamparan kebun tersebut menjadi wisata petik buah strawberry secara langsung
Strawberry di Dusun Pandan ini memiliki ciri khas, yaitu aroma khas yang lebih manis dari buahnya. Pengunjung, selain bisa langsung memetik buah dari kebun, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Kota Batu dari kebun tersebut.
Selain bisa dipetik langsung, hasil panen buah strawberry tersebut biasanya dikirim ke Kota Malang.
Abdul Manan, Kepala Desa Pandanrejo,  mengatakan, Desa wisata petik strawberry di desa yang sudah berjalan satu tahun itu setiap harinya ada pengunjung rombongan besar atau keluarga. "Apalagi saat Sabtu dan Minggu, ramai pengunjungnya," katanya.
Luas area strawberry di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji tersebut mencapai 7-8 hektare. Masyarakat menanam strawberry tersebut di lapang dengan sistem polybag, dan dengan varietas strawberry yang ditanam adalah Sweetcharlie, Rosa Linda dan baru-baru ini mendatangkan Festival dan Santung dari Ciwidey Bandung.
"Pengembangan strawberry di Pandanrejo Batu ini telah menarik banyak wisatawan berkunjung ke sini," katanya kepada MALANGTIMES, Sabtu, (5/9/2015).
"Dengan harga Rp 40 ribu per kilogram, kita bisa memetik dan memilih buah strawberry sepuasnya di kebun," lanjut Abdul.

Melihat perkembangan wisata petik strawberry tersebut, Abdul Manan mempunyai konsep untuk mengembangkan, salah satu adalah dengan menanam strawberry di depan setiap rumah warga. "Ya sebagai kepala desa harus memberi contoh. Nah, polybag yang ada di rumah saya itu untuk memberi contoh kepada masyarakat," kata Abdul

Cc: www.malang-guidance.com

Pohon Inn


Cc: http://justeatid.blogspot.co.id

Pohon Inn hotel terletak dekat dengan area wisata Jatim Park Group seperti Museum Angkut, Batu Night Spectacular dan Eco Green Park. Hotel ini sangat memudahkan para wisatawan yang ingin berkunjung ke wisata sekitar hotel karena letaknya yang strategis. Fasilitas dan makanan yang disediakan juga tidak perlu diragukan lagi.

Tempat makan di pohon Inn memiliki dua tempat pilihan ; yang pertama outdoor dengan balkon yang langsung menghadap ke kolam renang hotel, kemudian Jungle Fast Food yang unik dengan view kaca yang berisi kandang leopard. Menu yang ada sangat merakyat dan tentu mudah dijangkau kantong wisatawan. Selain masakan-masakan western, pohon Inn juga menyediakan masakan asli Jawa seperti rawon untuk siapa saja yg ingin memanjakan lidahnya dengan makanan berkuah hitam yg lezat itu.


Tertarik mencoba?


Cc: www.agoda.com